Mau sedikit mencurahkan isi hati, fikiran, & beban.
Aku adalah Bapak umur 32 tahun dengan 1 anak usia 3 tahun lebih.
Aku sungguh sedih pisah ranjang dengan istriku semenjak Januari 2025.
Masalah pisah ranjang bermula setelah aku mengira istriku diapa-apakan oleh Pakdhenya
Saat awal aku punya anak 1, pakdhe istriku menyuruh istriku KB dengan semangatnya
Padahal keputusan KB kan yang lebih berhak aku suami istriku, bukan keluarga istri ataupun Pakdhenya
Awalnya aku Masih positif thinking agar aku dan istriku fokus 1 anak dulu
Tapi semua berubah saat pakdhe istriku bilang, kalau istriku lagi bersamanya nggak perlu khawatir
Aku saat itu juga langsung negatif thinking karena istriku pernah bilang waktu ia kecil pernah menemukan bokep di HP Pakdhenya
Saat itu aku langsung menuduh istriku ada main dengan Pakdhenya
Sungguh waktu itu jika dipikir² sekarang, aku terlalu spaneng dan overthinking mikir hal negatif yang belum pasti terjadi
Fikiranku jadi spaneng itu karena faktor tahun 2025 aku hijrah menjaga pandangan dan memutuskan untuk mempunyai lingkungan pergaulan di Masjid
Aku sungguh sangat menjaga pandangan. Hanya aurat istriku yang aku lihat, aku tak buka beranda fb, IG, TikTok, dll dsb
Efek menjaga pandangan sungguh membuat istriku yang awalnya menurutku biasa saja jadi terlihat sangat cantik
Sampai saat aurat istriku dilihat laki-laki lain, aku sangat sedih dan cemburu
Lanjut ke saat aku overthinking dengan omongan pakdhe istriku, aku langsung curhat ke teman masjidku bahwa aku berfikir seperti ini, apakah benar ya yang aku fikirkan? Jika benar, sungguh binatang pakdhe istriku
Aku juga dari awal sudah banyak gesekan dengan pakdhe istriku, dia sering menceramahi aku dan memarahiku tentang kekuranganku malas, dsb
Setelah itu, setiap pakdhe istriku menceramahiku, kini aku berani menjawab dan tanpa takut aku menantangnya untuk berkelahi
Singkat cerita, saat aku mau buka barber (usahaku di rumah nenek istriku), nenek istriku bilang -+ "Kamu nggak boleh buka barber sama pakdhe karena aku cemburu sama pakdhe istriku
Singkat cerita barberku disegel. Udah digembok. Miris banget.
Saat itulah aku kembali ke kota sebelah (kota sebelum aku menikah) untuk liburan. Namun keluarga istriku mengira bahwa aku menyetujui pisah dari istriku.
Sebelumnya saat aku spaneng karena faktor hijrah ekstrim, aku sempat memarahi istriku di depan keluarganya karena ia keluar rumah tanpa ijin aku
Aku waktu itu intinya bilang kalau surga dan neraka istriku udah tergantung aku, bukan orang tuanya lagi
Ternyata setelah itu istriku seperti didesak untuk pisah dari aku
Lanjut ke liburanku ke kota sebelah, kotaku tinggal sebelum aku menikah dengan istriku, oh ya FYI setelah menikah aku numpang di rumah mertua
FYI juga aku menikah tahun 2021, lalu 2018 dan 2019 aku sempat divonis skizofrenia oleh psikiater
Dan saat aku marahi istriku & aku curiga dengan pakdhenya, aku divonis kambuh oleh istri & keluarganya
Sekarang udah Mei 2025
Sedih banget aku harus pisah ranjang dengan istriku dan harus pisah dengan anak kesayanganku
Keluarga istriku menvonis aku orang gila dan istriku ya g sempat janji untuk tidak cerai menyerah karena divonis orang gila karena masih mau denganku
Padahal sekarang aku dah sembuh berkat obat dari psikiater
Oh ya, FYI lagi, aku ngobat terus dari 2018 hingga sekarang
Aku mengkonsumsi obat penenang dan obat tidur agar aku tidak lagi begadang dan tidak lagi over thinking
Aku mau tanya, apakah nasib rumah tanggaku masih bisa diselamatkan???
Aku sungguh sedih harus pisah dengan anak semata wayangku
Terimakasih yang udah baca moga dibalas Allah SurgaNya yang abadi
Aamiin Ya Allah
Wassalamu'alaikum Wr Wb